TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden di Desa Golo Lijun, Kecamatan Elar, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat menyita perhatian publik. Seorang warga setempat bernama Saimin Sadang Syawal melakukan tindakan yang memicu reaksi luas di media sosial.

Tindakan tersebut berupa aksi menginjak-injak bantuan logistik berupa mi instan yang seharusnya disalurkan untuk korban terdampak gempa bumi. Peristiwa ini kemudian memicu kegaduhan setelah rekaman videonya tersebar luas di berbagai platform digital.

Dikutip dari Kompas.com, Saimin Sadang Syawal mengakui bahwa dirinya merupakan sosok yang merekam langsung aksinya tersebut. Ia kemudian menyebarkan rekaman video itu sendiri hingga menjadi konsumsi publik di dunia maya.

"Saya mengakui bahwa saya sendiri yang merekam aksi tersebut dan mengunggahnya ke media sosial," ujar Saimin Sadang Syawal.

Setelah videonya memicu perhatian aparat kepolisian, Saimin akhirnya bersedia bertanggung jawab atas perbuatannya. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui sebuah rekaman video berdurasi 1 menit 22 detik.

Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto, memberikan konfirmasi mengenai proses permintaan maaf tersebut. Pihak kepolisian memastikan bahwa yang bersangkutan telah mengakui kesalahannya dan menyatakan penyesalan.

"Yang bersangkutan sudah meminta maaf melalui rekaman video berdurasi 1 menit 22 detik," kata AKBP Haryanto.

Dalam video permohonan maaf tersebut, Saimin terlihat mengenakan baju berkerah berwarna merah. Ia berdiri sendirian di depan kamera untuk menyampaikan klarifikasi atas tindakannya yang dianggap kurang pantas.

Saimin mengungkapkan bahwa tindakannya menginjak bantuan logistik dipicu oleh rasa kecewa yang mendalam. Ia merasa bantuan yang diterima tidak mencukupi kebutuhan hidupnya pasca-bencana gempa bumi yang melanda wilayahnya.