TIMESINDONESIA.MY.ID - Dikutip dari Kompas.com, sebuah peristiwa dugaan keracunan massal terjadi di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kejadian ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat setempat, terutama para orang tua.

Insiden ini menimpa sejumlah anak-anak di daerah tersebut. Mereka dilaporkan mengalami gangguan kesehatan secara bersamaan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu warga yang terdampak adalah Wini, seorang ibu yang tinggal di Jorong Mudiak Palupuh, Nagari Koto Rantang. Ia harus menghadapi situasi sulit ketika ketiga anaknya jatuh sakit hampir dalam waktu yang bersamaan.

Gejala kesehatan yang dialami oleh anak-anak tersebut mulai dirasakan pada Selasa (1/9/2026). Waktu tersebut tercatat tepat satu hari setelah mereka menyantap makanan yang disediakan oleh program MBG.

"Ketiga anak saya mengalami kondisi kesehatan yang menurun secara bersamaan setelah menyantap makanan dari program tersebut," ujar Wini.

Variasi gejala yang dialami oleh anak-anak Wini cukup beragam dan mengkhawatirkan. Mereka menunjukkan tanda-tanda klinis seperti pusing, diare, muntah, hingga demam tinggi.

"Anak-anak saya mengalami gejala yang berbeda-beda, mulai dari pusing, diare, muntah, hingga demam," kata Wini.

Kondisi yang paling membuat Wini merasa khawatir adalah keadaan anak bungsunya. Mengingat usia sang anak yang masih sangat belia, ia harus memberikan perhatian ekstra terhadap kondisi kesehatannya.

"Kondisi yang paling membuat saya merasa sangat khawatir terjadi pada anak bungsu saya yang saat ini masih berusia 3,5 tahun," tutur Wini.