TIMESINDONESIA.MY.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengambil langkah tegas untuk menjamin keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Langkah ini diambil sebagai respons atas insiden dugaan keracunan yang menimpa sejumlah penerima manfaat di Kecamatan Gembong beberapa waktu lalu.
Sebagai upaya preventif, pihak pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap 172 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Fokus utama pengawasan akan diarahkan pada proses pengolahan bahan makanan hingga tahapan pengemasan yang dilakukan oleh setiap unit penyedia.
Selain melakukan evaluasi administratif, Pemkab Pati juga menjadwalkan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pati. Langkah lapangan ini dilakukan untuk memastikan standar higienitas dan gizi tetap terjaga sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan.
Dikutip dari Kompas.com, Plt Bupati Pati sekaligus Ketua Satgas MBG Pati, Risma Ardhi Chandra, menjelaskan bahwa agenda evaluasi ini sebenarnya sudah dijadwalkan pada Senin (15/6/2026). Namun, kegiatan tersebut harus tertunda karena adanya situasi kedukaan yang menimpa salah satu anggota DPRD Kabupaten Pati.
"Evaluasi SPPG seharusnya dilaksanakan hari ini, namun rencana tersebut terpaksa ditunda karena kami baru saja menerima kabar duka terkait meninggalnya ibunda dari Bapak Joni," ujar Risma Ardhi Chandra.
Risma menambahkan bahwa dirinya harus segera bertolak ke Surabaya untuk menghadiri prosesi pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir. Kewajiban tersebut membuat agenda pengawasan ketat terhadap operasional SPPG harus dijadwalkan ulang dalam waktu dekat.
"Karena adanya kabar duka tersebut, saya harus segera berangkat ke Surabaya sore ini untuk melayat," kata Risma Ardhi Chandra.
Pihak Pemkab Pati berkomitmen untuk segera menuntaskan proses evaluasi ini sesegera mungkin. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan seluruh warga yang menerima program MBG mendapatkan asupan makanan yang aman, bersih, dan bergizi tinggi.
Langkah audit ini diharapkan dapat menjadi momentum perbaikan sistem manajemen kualitas pada setiap SPPG di Pati. Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan insiden serupa tidak lagi terulang di masa depan demi keberhasilan program strategis nasional tersebut.