TIMESINDONESIA.MY.ID - Peristiwa memilukan dialami oleh seorang wanita bernama Demerina yang menjadi korban penculikan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Papua. Kejadian ini menjadi sorotan publik karena kondisi ekstrem yang harus ia lalui selama masa penyekapan.
Dikutip dari Tribunnews, Demerina menceritakan bagaimana ia harus melewati hari-hari yang sangat berat di tengah hutan belantara. Ia tidak hanya terisolasi dari dunia luar, tetapi juga mengalami tekanan psikologis yang luar biasa selama masa penculikan tersebut.
Salah satu fakta yang sangat menyayat hati adalah kondisi lingkungan di sekitar tempatnya disekap. Demerina dipaksa berada di lokasi yang sama dengan jenazah korban lain selama berhari-hari.
"Saya benar-benar ketakutan karena harus terus berada di sana ditemani oleh mayat di dalam hutan," ungkap Demerina.
Selain tekanan mental, ia juga menghadapi ancaman kelaparan yang sangat hebat. Selama kurang lebih 20 hari, Demerina mengaku tidak mendapatkan asupan makanan yang layak untuk bertahan hidup.
"Selama 20 hari saya sama sekali tidak makan, hanya bisa bertahan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan," ujar Demerina.
Pihak berwenang saat ini terus melakukan pendalaman terkait insiden penculikan yang melibatkan warga sipil tersebut. Kasus ini menambah daftar panjang tantangan keamanan yang terjadi di wilayah pedalaman Papua.
Hingga saat ini, kondisi kesehatan Demerina terus dipantau oleh tim medis setelah berhasil dievakuasi dari hutan. Dukungan moril pun terus mengalir bagi penyintas agar bisa memulihkan trauma mendalam yang dialaminya.