TIMESINDONESIA.MY.ID - Insiden kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Nusantara, kali ini menimpa Kapal Virgo Transport 8 yang tengah berlayar melintasi Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Peristiwa nahas tersebut mengakibatkan enam orang penumpang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Dari total 243 orang yang berada di atas manifes kapal, tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sejauh ini telah mengevakuasi sebanyak 103 orang. Sebanyak 97 korban di antaranya berhasil diselamatkan dengan selamat, sementara 140 penumpang lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian intensif.

Dikutip dari KOMPAS.com, peristiwa musibah ini bermula ketika armada kapal tersebut mendadak putus kontak pada Minggu sekitar pukul 02.00 Wita di tengah perairan lepas. Informasi mengenai kondisi darurat kapal baru diterima oleh pihak berwenang beberapa jam setelah peristiwa berlangsung.

"Pihak manajemen segera menyampaikan kabar darurat tersebut kepada petugas setelah kapal diketahui tidak dapat dihubungi usai bertolak dari Surabaya pada Sabtu," kata General Manager PT Virgo Yoel Rihi.

Kantor Basarnas Banjarmasin mengonfirmasi bahwa mereka menerima pemberitahuan pertama terkait insiden hilangnya kapal pada pukul 04.10 Wita. Berdasarkan riwayat perjalanan, kapal pengangkut tersebut diketahui telah memulai rute perjalanannya dari Pelabuhan Surabaya sejak Sabtu (12/9/2026).

Jejak pergerakan kapal sebelum musibah sempat terpantau oleh sistem pelacakan Automatic Identification System of ITS (AISITS). Sistem navigasi digital tersebut mencatat secara terperinci lintasan terakhir dari Kapal Virgo Transport 8 sebelum pancaran sinyalnya menghilang secara mendadak.

Berdasarkan rekaman data perangkat pemantau otomatis tersebut, sinyal koordinat kapal diketahui berhenti memancarkan indikator posisi pada pukul 22.33 WIB. Titik koordinat terakhir itu kini menjadi salah satu acuan penting bagi tim penyelamat untuk menyisir keberadaan korban yang belum ditemukan.

Hingga saat ini, operasi SAR gabungan terus berfokus memperluas area penyisiran di sekitar perairan Laut Jawa demi menuntaskan evakuasi seluruh penumpang yang tersisa. Seluruh armada penyelamat dikerahkan secara terkoordinasi dengan tetap memperhatikan faktor dinamika cuaca serta keselamatan petugas di laut.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google