TIMESINDONESIA.MY.ID - Sejumlah wilayah di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, saat ini tengah menghadapi tantangan serius terkait pemenuhan kebutuhan air bersih. Kondisi ini dipicu oleh dampak musim kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut.

Selain faktor cuaca, fenomena intrusi air laut menjadi penyebab utama menurunnya kualitas air perpipaan di berbagai lokasi. Hal ini membuat air yang mengalir ke rumah warga menjadi payau hingga terasa asin.

Akibat penurunan kualitas air tersebut, masyarakat setempat mengalami kesulitan besar dalam memperoleh air tawar untuk keperluan sehari-hari. Kebutuhan dasar seperti memasak dan mencuci menjadi terhambat karena kondisi air yang tidak layak konsumsi.

Dikutip dari Kompas.com, langkah sigap segera diambil oleh berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan ini. Upaya penyaluran air bersih layak konsumsi kini difokuskan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa turun tangan langsung dalam mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga. Program ini dijalankan dengan berkolaborasi bersama pihak Satbrimob Polda Kalbar serta jajaran pemerintah kecamatan terkait.

"Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa bersama Satbrimob Polda Kalbar dan pemerintah kecamatan menyalurkan air bersih layak konsumsi kepada masyarakat," ujar pihak Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Tidak hanya mengandalkan pihak Perumda, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga turut serta memberikan dukungan nyata. Bantuan air bersih telah disalurkan secara merata ke berbagai titik yang mengalami krisis air di Kota Pontianak.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga menyalurkan bantuan air bersih di sejumlah titik di Kota Pontianak," ujar perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dikutip dari Kompas.com.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan jadwal pembagian air bersih yang telah ditetapkan oleh pihak Perumda. Layanan bantuan ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga tanggal 16 September 2026.