TIMESINDONESIA.MY.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi menetapkan enam provinsi sebagai fokus utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pengendalian intensif guna mencegah meluasnya dampak bencana asap di wilayah tersebut.
Dikutip dari sumber asli, wilayah yang menjadi prioritas meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Penetapan ini didasarkan pada tingkat kerawanan dan potensi sebaran titik api yang memerlukan penanganan cepat.
Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Brigjen Pol (Purn) Ir Ary Laksmana Widjaja, menegaskan bahwa enam provinsi tersebut kini menjadi titik perhatian utama pemerintah. Fokus ini mencakup penguatan strategi pemadaman baik melalui jalur darat maupun udara.
"Enam provinsi menjadi perhatian dalam upaya pengendalian karhutla, yakni Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat," ujar Ary Laksmana Widjaja.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ary saat melakukan kunjungan kerja di Palembang pada Kamis (10/9/2026). Kehadirannya di lokasi bertujuan untuk memastikan koordinasi antarinstansi berjalan optimal di lapangan.
BNPB menjelaskan bahwa operasi pemadaman di lokasi-lokasi tersebut dilakukan dengan skema terpadu. Strategi ini melibatkan sinergi antara satuan tugas (satgas) darat dan satuan tugas udara guna memaksimalkan hasil di lapangan.
"Enam provinsi tersebut menjadi perhatian dalam pengendalian karhutla, termasuk melalui penguatan operasi pemadaman di darat maupun udara," kata Ary Laksmana Widjaja.
Berbagai dukungan teknis telah disiapkan untuk mendukung kelancaran operasi di lapangan. Hal ini mencakup pengerahan personel dan peralatan yang dibutuhkan untuk memadamkan api secara efektif.
Operasi pemadaman tersebut meliputi serangkaian kegiatan strategis seperti patroli udara secara rutin untuk memantau titik api. Selain itu, metode water bombing atau pengeboman air dari udara juga terus dioptimalkan.