TIMESINDONESIA.MY.ID - Ratusan warga yang terpaksa mengungsi akibat guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima bantuan makanan siap saji pada Sabtu (15/8/2026). Bantuan ini disalurkan oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di Kabupaten Sikka.
Upaya penyaluran bantuan makanan ini telah dimulai sejak Sabtu malam, menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan mendesak para korban bencana. Keberadaan dapur sosial ini menjadi garda terdepan dalam memberikan dukungan logistik bagi masyarakat yang terdampak.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sikka, Egenius Djara, menyatakan bahwa dua unit dapur SPPG dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan makanan tersebut. Unit-unit ini beroperasi untuk melayani warga yang membutuhkan pasca-gempa.
"Untuk tadi malam ada dua SPPG yang membantu untuk mendistribusikan makanan siap saji kepada para masyarakat yang terdampak bencana alam hari ini, gempa," ujar Egenius Djara.
Dua dapur SPPG yang berpartisipasi dalam tahap awal penyaluran ini adalah SPPG Waaliti dan SPPG Kotauneng 3. Masing-masing dapur tersebut memiliki kapasitas untuk menyiapkan 300 porsi makanan.
Secara total, pada tahap awal ini, sebanyak 600 porsi makanan siap saji berhasil disalurkan kepada para pengungsi. Jumlah ini merupakan upaya awal untuk memenuhi kebutuhan pangan para korban.
Egenius Djara juga menjelaskan bahwa jumlah dapur SPPG yang akan terlibat dalam penyaluran bantuan makanan ini diproyeksikan akan terus bertambah. Hal ini menunjukkan komitmen untuk memperluas jangkauan bantuan kepada lebih banyak warga yang terdampak gempa.
Upaya penyaluran makanan ini merupakan bagian dari respons tanggap bencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama elemen masyarakat. Dapur SPPG berperan krusial dalam memastikan ketersediaan pangan bagi para pengungsi.
Dikutip dari Kompas.com, kegiatan ini menunjukkan sinergi antara instansi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana. Bantuan makanan siap saji ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi.