TIMESINDONESIA.MY.ID - Densus 88 Antiteror Polri mengidentifikasi beberapa perubahan perilaku yang dapat menjadi indikator penting bagi orang tua dan pendidik untuk mendeteksi dini anak-anak yang mulai terpapar paham kekerasan. Identifikasi ini muncul sebagai respons terhadap temuan kasus anak usia sekolah di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, yang terindikasi terpapar ajaran tersebut.

Perhatian khusus terhadap fenomena ini ditekankan oleh Komandan Tim Idensos dan Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri, Ganjar Satrio. Keberadaannya di Kotim, Kalimantan Tengah, mengindikasikan adanya temuan konkret yang memerlukan tindak lanjut pencegahan.

"Dalam hal ini di Kotim, kenapa saya di sini kalau enggak ada (temuan terpapar). Kan gitu ya," jelas Ganjar Satrio, dilansir dari Antara Kalteng pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut pandangan Ganjar Satrio, upaya pencegahan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak sangat krusial. Tujuannya adalah untuk mencegah berkembangnya paham intoleransi yang dapat berujung pada radikalisme, dan selanjutnya mengarah pada tindakan terorisme.

Selain kelompok teroris yang terafiliasi dengan jaringan nasional maupun internasional, Densus 88 juga mencatat adanya peningkatan penyebaran paham kekerasan atau nihilisme di kalangan anak-anak dan generasi muda. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena potensi dampaknya.

Ganjar Satrio menilai bahwa kondisi ini sangat membahayakan. Ia menggarisbawahi bahwa di berbagai wilayah, telah terjadi tindakan-tindakan ekstrem seperti melukai orang lain bahkan hingga upaya pengeboman yang melibatkan generasi muda.

Dalam analisisnya, Ganjar Satrio menyoroti bahwa salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah perubahan sifat anak menjadi lebih tertutup atau introvert. Perubahan perilaku ini menjadi sinyal awal yang tidak boleh diabaikan oleh lingkungan terdekat anak.

"Perubahan perilaku yang menjadi tanda anak terpapar paham kekerasan, salah satunya menjadi lebih introvert," ujar Ganjar Satrio.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google