TIMESINDONESIA.MY.ID - Menjelang perhelatan akbar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), salah satu tokoh sentral memberikan penekanan kuat pada agenda penguatan sektor fundamental organisasi. Fokus utama diarahkan pada penguatan lembaga pendidikan pesantren dan pemeliharaan ukhuwah nahdliyah.
Tokoh yang dimaksud adalah Gus Rozin, yang secara aktif menyuarakan pentingnya kedua pilar tersebut dalam menghadapi dinamika masa depan. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka persiapan menyambut Muktamar NU yang akan datang.
"Penguatan pesantren dan ukhuwah nahdliyah adalah dua kunci utama yang harus kita jaga dan tingkatkan," ujar Gus Rozin, menekankan urgensi agenda ini.
Beliau memandang bahwa pesantren bukan hanya sekadar tempat menimba ilmu agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan sumber daya manusia yang berintegritas. Penguatan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kurikulum, sarana prasarana, hingga kualitas pengajar.
Lebih lanjut, Gus Rozin juga menyoroti vitalnya menjaga keharmonisan dan persaudaraan di antara warga Nahdlatul Ulama. Ukhuwah nahdliyah dipandang sebagai perekat yang menjaga kekompakan dan soliditas organisasi.
"Kita harus terus merawat dan mempererat tali persaudaraan di antara kita, agar NU tetap kokoh dan mampu berkontribusi optimal bagi bangsa," kata Gus Rozin.
Pesan ini diharapkan dapat menjadi landasan strategis dalam pembahasan dan pengambilan keputusan pada Muktamar NU mendatang. Penguatan kedua aspek ini dinilai krusial untuk keberlanjutan peran NU di tengah masyarakat.
Pernyataan Gus Rozin ini disampaikan dalam konteks persiapan yang intensif menjelang pelaksanaan Muktamar NU. Beliau berharap agar gagasan penguatan ini dapat diadopsi dan menjadi prioritas dalam program kerja organisasi ke depan.
Dikutip dari sumber berita, Gus Rozin menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendorong kemajuan pesantren dan persaudaraan nahdliyah. Hal ini merupakan bagian dari visi besar untuk NU yang lebih kuat dan relevan.