TIMESINDONESIA.MY.ID - Ribuan porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karanganyar terpaksa ditarik dari peredaran menyusul adanya temuan tak terduga terkait kualitas bahan baku. Penarikan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keamanan pangan bagi para penerima manfaat program.

Menu yang ditarik meliputi ayam rempah, anggur, sayur sawi dan wortel, nasi putih, serta tempe mendoan. Penarikan ini berawal dari indikasi bahwa olahan ayam dalam menu tersebut tidak layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Insan Berlian Sejahtera, Abra Yoda Raya, angkat bicara mengenai kejadian ini. Beliau menjelaskan kronologi penarikan menu yang menjadi perhatian publik tersebut.

"Adanya olahan ayam yang bermasalah terjadi saat batch pemasakan kedua dengan jumlah sekitar 2.000 porsi. Sedangkan batch pemasakan pertama dalam kondisi aman," ujar Abra Yoda Raya.

Menurut Abra Yoda Raya, kondisi ayam yang digunakan masih dalam keadaan baik saat diterima dari pihak pemasok. Proses pembersihan ayam sebelum diolah pun telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Namun, masalah muncul saat proses memasak batch kedua. Tim dapur dan ahli gizi melaporkan adanya kejanggalan pada olahan ayam yang disajikan.

"Ketika batch kedua pemasakan, chef sama ahli gizi laporan ke saya, bahwasanya ada masakan rasa dan baunya tidak enak," katanya kepada Kompas.com.

Pernyataan ini disampaikan oleh Abra Yoda Raya saat ditemui di lokasi SPPG wilayah Desa Jati, Kecamatan Jaten, pada Rabu, 12 Agustus 2026, siang. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan seputar pengawasan kualitas dalam penyediaan makanan bergizi gratis.

Penarikan ribuan porsi MBG ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pihak terkait. Tujuannya adalah untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan program gizi berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.