TIMESINDONESIA.MY.ID - Kondisi cuaca yang tidak bersahabat terpantau di kawasan Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, pada hari Selasa, 11 Agustus 2026. Gelombang laut yang tinggi menjadi perhatian utama bagi masyarakat yang bermukim di sekitar pesisir pantai tersebut.
Gelombang laut terpantau mencapai ketinggian signifikan, yakni hingga 3,1 meter. Fenomena ini disertai dengan hembusan angin kencang yang turut memperparah kondisi di perairan.
Kecepatan angin yang menyertai gelombang tinggi tersebut diperkirakan mencapai angka sekitar 25 kilometer per jam. Angin ini menambah intensitas ombak yang menerjang pantai.
Dari pesisir pantai, terlihat jelas gulungan ombak yang datang bergelombang dari tengah laut. Setiap ombak yang datang membawa kekuatan tersendiri sebelum akhirnya pecah di tepi pantai.
Pecahnya ombak di bibir pantai terlihat cukup kuat, menghasilkan hamparan buih putih yang membentang di sepanjang area perairan. Pemandangan ini menunjukkan besarnya energi yang dibawa oleh gelombang.
Angin kencang tidak hanya terasa di laut, tetapi juga sangat terasa di kawasan pesisir. Kondisi ini menambah ketidaknyamanan bagi aktivitas di tepi pantai.
Salah seorang warga yang memiliki usaha warung di pinggir pantai, Andi (49), mengungkapkan dampak langsung dari angin kencang tersebut. Ia menuturkan bahwa tiupan angin sempat membuat tenda tempatnya berjualan terhuyung hingga akhirnya roboh.
"Tiupan angin sempat membuat tenda tempat saya berjualan terhuyung hingga jatuh," ujar Andi, yang memiliki warung dengan tenda di pinggir pantai.
Dilansir dari Kompas.com, kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan ekstra bagi seluruh warga yang beraktivitas maupun tinggal di sekitar wilayah pesisir Pantai Barat Pangandaran.