TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, dengan pusatnya berada di Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026). Guncangan kuat ini menimbulkan dampak signifikan di berbagai daerah.

Salah satu bangunan yang terdampak parah adalah ruang tunggu Pelabuhan Laurentius Say Maumere, yang berlokasi di Kabupaten Sikka. Gedung berlantai dua tersebut dilaporkan roboh seketika saat gempa terjadi.

Bagian-bagian dari bangunan tersebut terlihat runtuh dan berjatuhan ke tanah, menimbulkan kepanikan di antara warga yang berada di area pelabuhan. Situasi menjadi mencekam akibat guncangan dan runtuhnya fasilitas publik.

Ratusan warga yang sedang berada di sekitar pelabuhan segera berhamburan untuk mencari tempat aman. Upaya penyelamatan diri dilakukan dengan cepat demi menghindari potensi bahaya lebih lanjut dari reruntuhan.

Dalam kepanikan tersebut, sebagian warga dilaporkan sampai nekat terjun ke laut. Tindakan ini diambil untuk menjauh secepat mungkin dari bangunan yang ambruk dan potensi ancaman lainnya.

"Semua pada panik, situasi sangat mencekam," ujar Dominikus, salah seorang warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut pada Sabtu.

Dominikus juga menyampaikan bahwa ada laporan mengenai sejumlah orang yang mengalami kondisi kritis. Hal ini disebabkan karena mereka tertimpa material bangunan yang runtuh saat gempa.

Dikutip dari Kompas.com, kejadian ini menunjukkan kerentanan infrastruktur terhadap gempa besar yang mengguncang wilayah tersebut.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google