TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan telah menimbulkan dampak signifikan terhadap infrastruktur lembaga pemasyarakatan di daerah tersebut. Kejadian ini memaksa dilakukannya evaluasi dan langkah penanganan darurat.
Empat unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan di wilayah NTT tercatat terdampak oleh guncangan gempa tersebut. Keempatnya adalah Lapas Kelas IIB Ende, Rutan Bajawa, Rutan Maumere, dan Rutan Ruteng.
"Dari empat unit pelaksana teknis, tiga aman, kecuali Rutan Ruteng," jelas Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) NTT, Decky Nurmansyah. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa mayoritas fasilitas pemasyarakatan masih berfungsi baik pasca-gempa.
Namun, kondisi Rutan Ruteng dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah. "Kondisinya saat ini lebih dari 50 persen bangunan mengalami kerusakan," ujar Decky Nurmansyah. Tingkat kerusakan ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan penghuni.
"Kerusakan Rutan Ruteng cukup parah sehingga warga binaan tidak memungkinkan untuk tetap berada di dalam bangunan tersebut," kata Decky Nurmansyah. Keputusan ini diambil demi memastikan keselamatan dan mencegah risiko lebih lanjut bagi warga binaan.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, pihak Kanwil Ditjenpas NTT telah menyiapkan langkah antisipatif. "Pihaknya menyiapkan rencana relokasi sementara seluruh warga binaan Rutan Ruteng ke Rutan Bajawa," terang Decky Nurmansyah. Langkah ini merupakan respons cepat terhadap situasi darurat.
Relokasi ini melibatkan ratusan warga binaan dari Rutan Ruteng. Sebanyak 171 warga binaan dipindahkan ke Rutan Bajawa sebagai tempat penampungan sementara. Hal ini dilakukan untuk menjamin keamanan mereka.
Pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi seluruh UPT pemasyarakatan yang terdampak. Penilaian kerusakan dan langkah perbaikan akan segera dilakukan setelah situasi dinyatakan aman sepenuhnya.
Meskipun sebagian besar fasilitas aman, gempa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana di berbagai sektor, termasuk lembaga pemasyarakatan yang menampung ribuan warga binaan. Evaluasi struktur bangunan dan rencana kontingensi perlu terus diperbarui.