TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi kuat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan telah menimbulkan korban jiwa yang terus bertambah. Kantor SAR Maumere secara intensif melakukan rekapitulasi jumlah korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.
Per Senin petang, tepatnya pada pukul 16.40 Wita, data terbaru menunjukkan bahwa jumlah korban jiwa akibat gempa tersebut telah mencapai angka 68 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari laporan sebelumnya.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi adanya penambahan jumlah korban meninggal. Korban-korban baru ini tersebar di beberapa kabupaten, yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Manggarai Timur.
"Penambahan korban meninggal hari ini sebanyak 14 orang," ungkap Fathur Rahman dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Fathur Rahman merinci sebaran korban meninggal di masing-masing kabupaten. "Untuk Kabupaten Manggarai Barat korban meninggal menjadi dua orang, Kabupaten Nagekeo menjadi 8 orang, dan Kabupaten Manggarai Timur menjadi 24 orang, dan terdapat 2 korban meninggal dari Kabupaten Ngada," jelasnya.
Sementara itu, jumlah korban yang mengalami luka-luka dilaporkan masih berada di angka yang sama, yaitu 132 orang. Tim SAR gabungan terus bekerja keras di lapangan untuk melakukan penghitungan dan identifikasi korban secara akurat.
"Penghitungan oleh tim SAR masih terus dilakukan di lapangan," ujar Fathur Rahman, menekankan upaya penanganan yang berkelanjutan.
Kejadian gempa ini menjadi pengingat akan kerentanan wilayah Flores terhadap aktivitas seismik. Upaya mitigasi dan penanganan pasca-bencana menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah dan badan terkait.
Dikutip dari Kompas.com, informasi mengenai jumlah korban terus diperbarui seiring dengan upaya pencarian dan evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan di lokasi terdampak.