TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 dilaporkan mengguncang wilayah Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Peristiwa ini terjadi di tengah aktivitas ibadah keagamaan.
Peristiwa alam yang cukup kuat ini terjadi tepat saat Misa Kudus sedang berlangsung di Gereja Paroki Santo Thomas Morus. Lokasi gereja ini berada di Jalan Kesehatan, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.
Guncangan hebat gempa tersebut menyebabkan sebagian atap bangunan gereja ambruk. Kerusakan terjadi di area tepat di atas panti imam, tempat imam memimpin perayaan.
Menurut informasi yang dihimpun, gempa berdurasi cukup lama ini terjadi pada momen krusial saat pastor hendak membagikan hosti kudus kepada para jemaat yang hadir.
Sekretaris DPP Paroki Santo Thomas Morus Maumere, Yane Ray, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Ia menuturkan bahwa tanah mulai berguncang ketika pastor bersiap membagikan hosti kudus.
"Saat Pastor hendak membagikan hosti Kudus kepada umat, tanah berguncang berbarengan dengan atap bangunan tepat di atas panti imam yang mulai roboh," ujar Yane Ray, dilansir dari TribunFlores, Sabtu.
Peristiwa ini menunjukkan keteguhan iman di tengah bencana. Pastor Dion MI dari Ordo Kamilian menunjukkan sikap tenang dan tetap melanjutkan tugas pelayanannya meskipun situasi genting.
Kejadian ini menjadi sorotan karena momen tersebut terjadi di tengah ibadah, menunjukkan bagaimana bencana alam dapat terjadi kapan saja, bahkan saat kegiatan keagamaan sedang dilaksanakan.
Kekuatan gempa yang signifikan ini menimbulkan kepanikan di antara jemaat, namun fokus pastor pada tugas sakralnya memberikan contoh ketabahan. Kejadian ini terekam dan dibagikan oleh sumber berita.