TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) lalu. Peristiwa alam ini sontak menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi sektor pariwisata di daerah tersebut.
Menyikapi kondisi pascagempa, dua destinasi wisata ternama di Kabupaten Manggarai, yaitu Nuca Molas dan Wae Rebo, memutuskan untuk menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Langkah ini diambil demi mengutamakan keselamatan para wisatawan.
Keputusan penutupan sementara ini disampaikan langsung oleh Ketua Pengelola Wisata Bahari Nuca Molas, Sahrul Gerong, saat dihubungi dari Kupang pada Minggu. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi bahaya yang mungkin timbul.
"Sejak kemarin, setelah gempa itu kami putuskan untuk tutup sementara lokasi wisata Nuca Molas, karena ada potensi tsunami kemarin," ujar Sahrul Gerong. Pernyataan ini menegaskan bahwa pertimbangan utama penutupan adalah aspek keamanan.
Nuca Molas merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat digemari oleh banyak pengunjung, terutama saat akhir pekan atau hari libur panjang. Tingginya animo wisatawan menjadikan penutupan ini berdampak signifikan.
Lebih lanjut, Sahrul Gerong menjelaskan bahwa belum ada kepastian mengenai kapan kedua lokasi wisata tersebut akan kembali dibuka. Hal ini dikarenakan aktivitas gempa susulan masih terus dilaporkan terjadi.
"Menurut laporan BMKG, sudah tercatat sekitar 700-an kali gempa susulan," ungkap Sahrul Gerong. Angka gempa susulan yang tinggi ini menjadi faktor krusial dalam penentuan durasi penutupan sementara.
Dikutip dari Kompas.com, penutupan sementara ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dan evaluasi mendalam terhadap kondisi keamanan di kedua objek wisata tersebut.
Pihak pengelola terus memantau perkembangan situasi dan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menentukan waktu yang tepat untuk membuka kembali destinasi wisata.