TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (14/12/2021) pagi. Peristiwa alam ini memicu kekhawatiran akan potensi tsunami, sehingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini.

Gempa dahsyat tersebut berpusat di laut pada kedalaman 10 kilometer. Lokasi gempa berada di 7.58 Lintang Selatan (LS) dan 122.28 Bujur Timur (BT), sekitar 113 kilometer arah barat laut Kota Reo, Kabupaten Manggarai.

Menyikapi potensi bahaya tsunami, BMKG menetapkan 22 wilayah di NTT sebagai daerah yang harus meningkatkan kewaspadaan. Daftar wilayah ini mencakup berbagai kabupaten dan kota yang berpotensi terdampak langsung oleh gelombang laut akibat gempa.

"Peringatan dini tsunami ini dikeluarkan untuk seluruh wilayah pesisir di Provinsi Nusa Tenggara Timur," demikian pernyataan resmi BMKG yang dikutip dari CNN Indonesia.

BMKG merinci daftar 22 wilayah yang masuk dalam kategori siaga tsunami. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sikka, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Selain itu, peringatan juga dikeluarkan untuk Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Malaka. Wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang juga termasuk dalam daftar siaga.

Dikutip dari CNN Indonesia, BMKG menekankan pentingnya masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan selalu memantau informasi resmi terkait perkembangan situasi.

"Masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, serta selalu mengikuti arahan dari BPBD Provinsi NTT dan BPBD Kabupaten/Kota di wilayah masing-masing," tegas BMKG dalam pernyataannya yang dikutip dari CNN Indonesia.

Gempa yang terjadi pada pukul 10:20 WIB ini dirasakan kuat oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Pulau Flores, Pulau Timor, dan Pulau Sumba. Getaran tersebut menimbulkan kepanikan dan mendorong sebagian warga untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.