TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi dengan kekuatan signifikan dilaporkan telah mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Senin, 10 Juni 2024. Kejadian alam ini menimbulkan kekhawatiran dan memicu respons cepat dari berbagai pihak.

Kejadian gempa ini terjadi pada pukul 03:36 Waktu Indonesia Barat (WIB). Pusat gempa dilaporkan berada di laut, pada kedalaman 10 kilometer, dengan lokasi yang cukup dekat dengan daratan.

Gempa yang mengguncang NTT ini memiliki kekuatan magnitudo 5.2. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lokasi gempa berada pada 8.15 Lintang Selatan dan 123.87 Bujur Timur.

Akibat dari guncangan ini, Istana Kepresidenan memberikan instruksi tegas. Presiden Joko Widodo meminta agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera memastikan penanganan dampak bencana berjalan maksimal.

"Saya minta BNPB untuk segera memastikan penanganan dampak bencana di NTT berjalan maksimal," ujar Presiden Joko Widodo, seperti dikutip dari Antara.

Pihak Istana juga menekankan pentingnya koordinasi yang erat antara BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh instansi terkait. Tujuannya adalah untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian materiil.

Perintah ini disampaikan langsung oleh Presiden kepada Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Beliau menegaskan agar tidak ada kelalaian dalam penanganan pasca-gempa.

"Tentu BNPB akan segera ke lapangan, melakukan pengecekan, dan penanganan dampak bencana di NTT," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, seperti dikutip dari Antara.

Beliau menambahkan bahwa tim dari BNPB akan segera bergerak untuk melakukan asesmen awal terhadap kerusakan dan kebutuhan mendesak di lokasi terdampak. Penyaluran bantuan dan evakuasi korban menjadi prioritas utama.