TIMESINDONESIA.MY.ID - Wilayah pesisir utara Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali diguncang oleh peristiwa gempa bumi pada Minggu (16/8/2026) petang. Kejadian ini menambah kekhawatiran bagi masyarakat yang bermukim di daerah tersebut.

Gempa susulan ini dirasakan oleh warga Kecamatan Magepanda, salah satunya adalah Maria Yohana yang berusia 30 tahun. Ia mengaku terkejut dan sempat merasakan kepanikan saat getaran gempa tiba-tiba melanda.

Peristiwa alam ini terjadi ketika Maria Yohana sedang berada di dalam rumah. Tiba-tiba, ia merasakan sensasi pergerakan yang tidak biasa.

"Saya tadi sedang baring di tempat tidur, tiba-tiba tempat tidur goyang," ujar Maria Yohana. Pengalaman ini menggambarkan betapa mendadaknya guncangan yang dirasakan.

Durasi guncangan gempa tersebut dilaporkan tidak berlangsung lama. Maria Yohana mengungkapkan bahwa getaran tersebut hanya terasa selama beberapa detik saja.

Kondisi serupa juga dialami oleh warga lainnya di Kecamatan Magepanda. Mario (23), seorang penduduk Desa Reroroja, turut merasakan dampak dari gempa susulan ini.

"Kondisi yang sama dirasakan," ujar Mario, mengindikasikan bahwa pengalaman serupa juga dialami oleh dirinya dan tetangganya.

Getaran gempa yang dirasakan oleh warga ini menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab dan karakteristik dari gempa susulan tersebut. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami dinamika geologis yang terjadi di wilayah Sikka.

Informasi mengenai gempa susulan ini dikutip dari Kompas.com, yang melaporkan kejadian tersebut di wilayah pesisir utara Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.