TIMESINDONESIA.MY.ID - Tim Kepolisian berhasil mengamankan sejumlah pelaku yang diduga kuat terlibat dalam jaringan pencurian baterai tower Base Transceiver Station (BTS) di beberapa lokasi. Penangkapan ini merupakan hasil dari upaya penyelidikan mendalam yang telah dilakukan.

Kasus ini berawal dari laporan hilangnya baterai-baterai penting yang menunjang operasional menara telekomunikasi. Kerugian yang ditimbulkan dari aksi pencurian ini diperkirakan mencapai angka fantastis, yaitu Rp432 juta.

Para pelaku diketahui beraksi di berbagai wilayah, menyasar tower BTS milik operator telekomunikasi. Modus operandi mereka yang terorganisir menunjukkan bahwa ini bukan sekadar pencurian biasa, melainkan sebuah sindikat yang telah merencanakan aksinya dengan matang.

"Kami berhasil mengungkap jaringan ini dan menangkap para pelaku. Barang bukti yang berhasil kami amankan meliputi baterai tower, alat-alat yang digunakan untuk membongkar, serta kendaraan yang diduga dipakai untuk mengangkut hasil curian," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol R. M. Jauhari.

Kompol R. M. Jauhari juga menjelaskan bahwa para pelaku ini telah beraksi di berbagai tempat, menunjukkan mobilitas tinggi dalam menjalankan aksi kejahatan mereka. Penangkapan ini sekaligus memutus rantai kejahatan yang merugikan banyak pihak.

"Modus operandi mereka cukup rapi, mereka masuk ke area tower saat situasi sepi dan menggunakan alat-alat khusus untuk memotong gembok maupun bagian lain yang menghalangi mereka mengambil baterai," kata Kompol R. M. Jauhari.

Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam komplotan ini. Pihak kepolisian juga berupaya memburu seluruh barang bukti yang mungkin masih disembunyikan oleh para tersangka.

"Kami terus berupaya mengembangkan kasus ini. Ada kemungkinan masih ada pelaku lain yang belum tertangkap dan barang bukti lainnya yang belum kami temukan," tegas Kompol R. M. Jauhari.

Aksi pencurian baterai tower ini tentu saja berdampak pada kualitas layanan telekomunikasi di area yang tower-nya menjadi sasaran. Gangguan sinyal atau bahkan putusnya layanan bisa saja terjadi akibat hilangnya sumber daya penting tersebut.