TIMESINDONESIA.MY.ID - Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang berujung pada kematian seorang pria bernama Handi (46) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kini tengah diselidiki secara mendalam oleh pihak kepolisian. Penyelidikan awal mengindikasikan bahwa serangkaian peristiwa kekerasan tersebut tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan meluas di empat lokasi berbeda.
Temuan ini mengarahkan fokus investigasi pada serangkaian tempat yang diduga menjadi saksi bisu tindakan keji tersebut. Lokasi-lokasi ini mencakup sebuah kontrakan di wilayah Alamsari, sebuah tempat penyewaan mobil, rumah milik pemilik tempat rental tersebut, serta sebuah kontrakan lain yang berada di belakang sekretariat salah satu organisasi masyarakat.
Lokasi terakhir yang diidentifikasi sebagai tempat kejadian perkara (TKP) adalah sebuah kontrakan yang terletak strategis di belakang sekretariat sebuah ormas, tepatnya berada di area depan Terminal Ciakar. Identifikasi beberapa TKP ini menjadi krusial dalam membangun kronologi kejadian secara utuh.
Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansyah, secara rinci memaparkan temuan terkait lokasi-lokasi tersebut kepada publik. Ia menjelaskan bahwa keempat tempat tersebut diduga kuat menjadi titik-titik di mana penyekapan dan penganiayaan terhadap korban berlangsung.
"Ada empat TKP yang menjadi lokasi penyekapan dan penganiayaan, yakni di kontrakan di wilayah Alamsari, tempat rental mobil, rumah pemilik rental, dan terakhir di kontrakan yang berlokasi di belakang sekretariat salah satu ormas, tepatnya di depan Terminal Ciakar," ujar AKP Tanwin Nopiansyah kepada Tribun Jabar.id pada Senin (10/8/2026) pagi.
Dalam upaya mengungkap tabir misteri kasus ini, tim kepolisian tidak tinggal diam. Sejumlah individu telah dimintai keterangan sebagai saksi untuk memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.
"Sembilan orang saksi telah dimintai keterangan," terang AKP Tanwin Nopiansyah, menggarisbawahi keseriusan polisi dalam mengumpulkan bukti dan keterangan.
Pemeriksaan terhadap sembilan saksi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai rangkaian peristiwa yang dialami oleh Handi. Keterangan dari para saksi ini akan menjadi pijakan penting bagi polisi untuk merangkai kembali alur kejadian dan mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Informasi mengenai empat lokasi kejadian ini membuka kemungkinan bahwa korban mungkin telah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain selama proses penyekapan dan penganiayaan. Hal ini menambah kompleksitas penyelidikan yang tengah dilakukan oleh Polres Sumedang.