TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden kericuhan yang terjadi saat hiburan musik di sebuah acara hajatan di Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, kini tengah menjadi perhatian pihak kepolisian. Peristiwa yang terekam video dan beredar luas di media sosial ini memicu penyelidikan lebih lanjut.

Kejadian tersebut dilaporkan terjadi pada hari Senin, 10 Agustus 2026. Laporan ini diajukan oleh korban yang berinisial R, didampingi oleh pihak manajemen orkes serta kuasa hukumnya.

Dalam video yang beredar, terlihat suasana yang memanas hingga berujung pada pelemparan kursi plastik. Salah satu momen yang terekam menunjukkan pemain drum dari kelompok orkes tersebut nyaris terkena lemparan kursi.

Peristiwa ini tidak hanya berhenti pada insiden pelemparan barang. Ada dugaan kuat bahwa seorang MC yang bertugas di acara tersebut menjadi korban penganiayaan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Sragen telah menerima aduan resmi. Pihak kepolisian kini siap untuk melakukan proses penyelidikan mendalam.

"Kami sudah menerima laporan terkait kejadian tersebut," ujar AKP Agus Catur Yudho Praseno, Kasatreskrim Polres Sragen. Pernyataan ini menegaskan keseriusan kepolisian dalam menangani kasus ini.

Lebih lanjut, AKP Agus Catur Yudho Praseno menjelaskan langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihaknya. "Selanjutnya akan dilakukan penyelidikan dengan memanggil beberapa pihak sebagai saksi," tambahnya.

Pihak-pihak yang akan dipanggil sebagai saksi mencakup berbagai elemen yang terlibat dalam acara tersebut. "Termasuk manajemen orkes dan pemilik hajatan," ungkap Kasatreskrim Polres Sragen.

Kasus ini berawal dari adanya kericuhan yang memanas saat hiburan berlangsung. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik menegangkan saat kursi plastik dilemparkan ke arah panggung.