TIMESINDONESIA.MY.ID - Kasus perampokan yang berujung pada pembunuhan Candra Waskito, pemilik konter Royal Phone Ambarawa, sempat memicu perhatian publik. Berbagai informasi beredar, termasuk mencuatnya sosok seorang perempuan di media sosial.
Perempuan tersebut dikaitkan dengan kasus ini, bahkan disebut-sebut sebagai pihak yang merencanakan perampokan dan pembunuhan terhadap korban yang berusia 25 tahun tersebut.
Beredarnya informasi ini semakin diperkuat dengan adanya dugaan hubungan pribadi antara korban dan perempuan yang disebut-sebut sebagai mantan kekasihnya. Hal ini menimbulkan spekulasi di kalangan warganet.
Namun, pihak kepolisian dari Polres Semarang dengan tegas membantah kebenaran informasi tersebut. Hasil pemeriksaan terhadap para tersangka yang telah diamankan tidak menunjukkan keterlibatan perempuan yang beredar di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti yang mendukung keterlibatan perempuan tersebut dalam tindak pidana yang merenggut nyawa Candra Waskito.
"Dalam interogasi awal memang sempat tersebut satu nama," ujar AKP Bodia Teja Lelana, mengacu pada adanya satu nama perempuan yang sempat muncul dalam percakapan awal.
"Tapi setelah kami laksanakan pemeriksaan tersangka secara proper di Polres Semarang, ternyata tidak ada," lanjutnya, menegaskan hasil penyelidikan yang lebih mendalam.
AKP Bodia Teja Lelana juga menjelaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, hanya dua orang tersangka yang sejauh ini terlibat dalam kasus tersebut.
"Hanya mereka berdua saja sampai saat ini," tegas AKP Bodia Teja Lelana, mengindikasikan bahwa fokus penyelidikan dan penangkapan saat ini tertuju pada kedua tersangka tersebut, dikutip dari Tribun Jateng, Sabtu (8/8/2026).