TIMESINDONESIA.MY.ID - Seekor Harimau Sumatera dilaporkan menyerang seorang pekerja di lokasi proyek pembangunan. Peristiwa ini terjadi di sebuah kawasan yang diduga dekat dengan habitat alami satwa liar tersebut, menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan manusia dan konservasi hewan.
Kejadian nahas ini berlangsung di wilayah kerja proyek yang sedang berjalan. Area tersebut kemungkinan merupakan bagian dari koridor satwa atau habitat yang belum terjamah sepenuhnya oleh aktivitas manusia, sehingga memicu interaksi yang tidak diinginkan.
Korban, yang identitasnya belum dirilis secara resmi, langsung mendapatkan penanganan medis setelah insiden tersebut. Kondisinya dilaporkan stabil namun memerlukan observasi lebih lanjut.
Pihak berwenang setempat melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Tim reaksi cepat dikerahkan untuk melakukan investigasi di lapangan.
Menurut keterangan dari BKSDA, motif serangan harimau ini diduga kuat dipicu oleh rasa terganggu. Sorotan lampu dari aktivitas proyek yang berlangsung hingga malam hari kemungkinan besar membuat satwa tersebut merasa terancam dan terdesak.
"Harimau itu terganggu dengan adanya lampu sorot dari aktivitas proyek yang ada di dekat habitatnya, sehingga ia melakukan serangan," ujar Kepala BKSDA Sumatera Barat, Ardianto, dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kelestarian lingkungan, terutama di wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi.
Ardianto juga mengimbau kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan di area dekat habitat satwa liar untuk lebih sensitif terhadap dampak yang ditimbulkan. Penggunaan lampu sorot yang berlebihan atau mengarah langsung ke kawasan hutan harus dihindari.
"Kita juga akan terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk bagaimana agar kegiatan proyek ini tidak lagi mengganggu habitat satwa yang ada," jelas Ardianto.