TIMESINDONESIA.MY.ID - Warga Dusun Serut, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menunjukkan kreativitas luar biasa dengan memanfaatkan bambu sebagai bahan utama pembuatan replika Menara Eiffel. Bangunan megah ini dibangun sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81.
Replika Menara Eiffel yang berhasil diciptakan ini memiliki ketinggian mencapai 23 meter. Proyek monumental ini merupakan hasil karya dan inisiatif dari para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Bina Karya Dusun Serut.
Proses pembuatan replika ikonik asal Paris tersebut memakan waktu sekitar satu bulan lamanya. Pengerjaan dimulai pada tanggal 1 Juli dan berhasil diselesaikan pada awal bulan Agustus, tepat sebelum perayaan kemerdekaan.
Bahan baku utama yang digunakan adalah bambu, yang merupakan sumber daya alam melimpah di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan pemanfaatan kekayaan lokal yang optimal dalam sebuah karya seni dan bangunan.
"Ini dari bahan baku bambu, karena sumber daya alamnya ya cuma bambu di sini. Enggak beli, cuma swadaya masyarakat," ujar Sugito, Ketua Karang Taruna Bina Karya. Pernyataan ini menggarisbawahi sifat gotong royong dan kemandirian masyarakat dalam mewujudkan proyek ini.
Proses pembangunan replika Menara Eiffel ini melibatkan kerja sama seluruh warga Dusun Serut. Kegiatan pengerjaan dilakukan secara bergotong royong, terutama pada malam hari, menunjukkan semangat kebersamaan yang kuat.
"Dikerjakan (tanggal) 1 Juli. Selesainya awal Agustus," ungkap Sugito. Ia menambahkan bahwa proyek ini sepenuhnya didanai dan dikerjakan oleh swadaya masyarakat setempat, tanpa adanya pembelian material tambahan yang signifikan.
Ketua Karang Taruna Bina Karya, Sugito, menjelaskan bahwa pemilihan bambu sebagai material utama didasari oleh ketersediaannya yang melimpah di daerah mereka. Hal ini menjadi bukti kemampuan warga dalam berinovasi dengan sumber daya alam yang dimiliki.
Semangat gotong royong sangat terasa dalam proses pembuatan replika Menara Eiffel ini. Warga Dusun Serut bahu-membahu menyelesaikan proyek ini, menjadikan momen perayaan kemerdekaan semakin istimewa dengan karya kolaboratif.