TIMESINDONESIA.MY.ID - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mencatat insiden kebakaran lahan yang cukup signifikan. Dalam kurun waktu sepekan, tepatnya dari tanggal 3 hingga 7 Agustus 2026, tercatat seluas 16,6 hektar lahan telah dilalap si jago merah.
Peristiwa kebakaran ini tidak terjadi di satu titik saja, melainkan tersebar di beberapa wilayah dalam Kabupaten Tulang Bawang. Beberapa kecamatan yang terdampak antara lain Kecamatan Menggala, Menggala Selatan, Menggala Timur, serta Banjar Margo.
Yang menjadi perhatian khusus adalah sebagian besar lokasi kebakaran berada dalam jarak yang cukup dekat dengan area permukiman warga. Selain itu, beberapa area yang terbakar juga berdekatan dengan fasilitas pendidikan, lahan perkebunan, bahkan berada di bawah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik PLN.
Seluruh kejadian kebakaran lahan yang dilaporkan selama periode tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa. Hal ini menjadi poin penting yang disampaikan oleh pihak dinas terkait.
Kepala Dinas Damkarmat Tulang Bawang, Muhammad Umar, menjelaskan mengenai situasi yang terjadi. Beliau menyatakan bahwa mayoritas lokasi kebakaran lahan memiliki kedekatan dengan permukiman penduduk, sekolah, maupun infrastruktur kelistrikan.
"Rata-rata kebakaran lahan berada di lokasi yang berdekatan dengan permukiman, sekolah, maupun jaringan listrik," ujar Muhammad Umar.
Beliau menambahkan bahwa tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat untuk melakukan penanganan. Tindakan ini dilakukan segera setelah laporan terkait kebakaran lahan diterima.
"Kami langsung melakukan penanganan setelah menerima laporan dari masyarakat atau PLN," tambah Muhammad Umar dalam keterangannya pada Sabtu (8/8/2026).
Upaya pemadaman dan pencegahan terus dilakukan oleh Dinas Damkarmat Tulang Bawang. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan PLN, menjadi kunci dalam merespons kejadian ini.