TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas membuang angin merupakan proses biologis yang sangat alami bagi setiap manusia. Meski sering dianggap sebagai hal yang tabu, fenomena ini justru memicu rasa ingin tahu para ilmuwan untuk melakukan pengamatan mendalam.

Dikutip dari TREN.HOTNEWS.ID, para ahli dari badan penelitian Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) yang berbasis di Australia baru-baru ini melakukan studi terkait hal tersebut. Mereka berupaya mencari data akurat mengenai frekuensi biologis manusia dalam keseharian.

Penelitian ini dilakukan karena adanya pertanyaan sederhana mengenai berapa kali sebenarnya manusia membuang angin dalam satu hari. Rasa penasaran inilah yang kemudian mendorong tim peneliti untuk terjun langsung melakukan pengamatan ilmiah.

Untuk mendukung proses pengumpulan data yang akurat, tim peneliti menciptakan sebuah aplikasi ponsel pintar khusus. Perangkat lunak tersebut diberi nama 'Chart Your Fart' sebagai sarana pendukung riset.

Aplikasi ini berfungsi sebagai pencatat digital bagi para peserta setiap kali mereka membuang angin. Melalui alat ini, data mengenai frekuensi biologis peserta dapat terekam secara sistematis selama periode penelitian berlangsung.

"Sebuah pertanyaan sederhana ini akhirnya memicu rasa penasaran para ilmuwan untuk melakukan pengamatan mendalam," ujar peneliti CSIRO.

"Mereka berupaya mencari data akurat terkait frekuensi biologis yang sangat alami ini," kata pihak peneliti CSIRO.

"Alat ini berfungsi sebagai pencatat digital bagi para peserta setiap kali mereka buang angin," jelas tim pengembang aplikasi CSIRO.

Melalui pendekatan berbasis teknologi ini, para ahli berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai fungsi pencernaan manusia. Studi ini sekaligus menjadi upaya untuk membedah fakta medis di balik kebiasaan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.