TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden membahayakan terjadi di perairan Selat Sunda yang melibatkan lima orang jurnalis dan tiga awak kapal. Mereka dilaporkan hilang kontak saat sedang melaksanakan tugas peliputan mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Dikutip dari Kompas.com, musibah ini mengundang perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir secara resmi menyampaikan rasa prihatinnya atas kejadian tersebut.

Pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menegaskan komitmennya untuk membantu proses pencarian. Mereka memberikan dukungan penuh kepada tim penyelamat yang saat ini tengah bekerja keras di lapangan.

"Atas nama pribadi dan Kemenpora, saya menyampaikan keprihatinan, doa dan harapan yang sebesar-besarnya agar lima jurnalis bersama tiga awak kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali berkumpul dengan keluarga serta orang-orang yang mereka cintai," ujar Erick Thohir.

Erick Thohir menilai bahwa jurnalis memegang peranan vital dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas. Tugas mulia tersebut seringkali menuntut kehadiran langsung di lokasi yang memiliki risiko serta tantangan tinggi.

"Jurnalis menjalankan tugas penting dengan hadir di lapangan untuk memberikan informasi kepada masyarakat, termasuk ketika harus bekerja dalam situasi yang memiliki risiko dan tantangan tinggi," tutur Erick Thohir.

Menyikapi musibah ini, Menpora menekankan pentingnya aspek keselamatan bagi insan pers. Menurutnya, perlindungan terhadap pekerja media harus selalu menjadi prioritas utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.

"Oleh karena itu, menurutnya, keselamatan insan pers dalam menjalankan tugas juga harus menjadi perhatian bersama," kata Erick Thohir.

Hingga Jumat (11/9/2026), upaya pencarian masih terus dioptimalkan oleh tim penyelamat di sekitar lokasi kejadian. Publik diharapkan terus memantau perkembangan situasi ini melalui kanal informasi resmi yang berwenang.