TIMESINDONESIA.MY.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat karena dampaknya terhadap kualitas udara. Kondisi ini dinilai berpotensi mengganggu aktivitas pendidikan di berbagai wilayah terdampak.

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memberikan arahan tegas agar keselamatan serta kesehatan para siswa menjadi prioritas utama. Langkah ini diambil untuk memastikan anak-anak tetap terlindungi dari paparan polusi udara yang berbahaya.

Dikutip dari Kompas.com, Wapres Gibran menegaskan bahwa penentuan metode maupun waktu pembelajaran di sekolah harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan siswa di tengah situasi karhutla yang sedang berlangsung.

"Yang paling penting anak-anak tetap aman dan sehat. Penyesuaian metode dan waktu belajar harus mengikuti kondisi udara dan kesehatan siswa," kata Gibran.

Wapres menambahkan bahwa pihak sekolah serta pemerintah daerah setempat perlu memiliki kesiapan dalam merancang skema pembelajaran yang adaptif. Kesiapan ini sangat krusial jika situasi lingkungan memburuk akibat asap kebakaran.

"Kalau kondisi memburuk, sekolah dan pemerintah daerah harus siap menyesuaikan kembali kegiatan belajar," ujar Gibran.

Langkah solutif ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi instansi pendidikan di daerah agar tetap bisa menjalankan proses belajar mengajar dengan aman. Fleksibilitas menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman kesehatan akibat bencana lingkungan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan oleh Wapres Gibran pada Kamis (10/9/2026). Hingga saat ini, pemerintah terus memantau perkembangan kualitas udara di wilayah-wilayah yang terdampak kebakaran hutan.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google