TIMESINDONESIA.MY.ID - Hingga Jumat, 14 Agustus 2026, proses pencarian terhadap empat korban yang belum ditemukan pasca insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok masih belum membuahkan hasil positif.

Tim SAR gabungan telah memulai operasi pencarian sejak pagi hari, tepatnya pukul 07.00 Wita, dengan mengerahkan berbagai sumber daya.

Salah satu upaya signifikan adalah penggunaan satu unit helikopter dari PT SGi Benoa. Helikopter ini menyisir area seluas 100 Nautical Miles (NM) di lokasi yang diduga menjadi titik sasaran.

"Kami melakukan pencarian selama dua jam, tidak menemukan tanda-tanda ditemukannya korban maupun kapal KMP Putri Yasmin di sekitar lokasi selatan pulau Bali," jelas Kepala SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, pada Jumat.

Selain dukungan udara, pencarian juga diperkuat dengan kehadiran dua unit kapal negara. Kapal KN SAR 220 dari Kantor SAR Mataram dan kapal KMP Blongas milik TNI AL turut dikerahkan untuk menyisir perairan.

Meskipun telah dilakukan upaya maksimal, belum ada indikasi yang mengarah pada penemuan para korban maupun bangkai kapal.

Pihak SAR Mataram terus berkoordinasi dan mengevaluasi strategi pencarian guna menemukan titik terang.

"Kami melakukan pencarian selama dua jam, tidak menemukan tanda-tanda ditemukannya korban maupun kapal KMP Putri Yasmin di sekitar lokasi selatan pulau Bali," ujar Muhamad Hariyadi.

Dikutip dari Kompas.com, Tim SAR gabungan melibatkan berbagai elemen untuk memaksimalkan jangkauan dan efektivitas pencarian.