TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah insiden kebakaran yang melibatkan KMP Putri Yasmin terjadi di perairan Selat Lombok pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kejadian ini sontak menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan mengenai penyebab pastinya.
Hingga kini, Menteri Perhubungan, Budi Purwagandhi, belum dapat memberikan keterangan pasti mengenai akar permasalahan yang menyebabkan kapal tersebut terbakar. Pemerintah memilih untuk bersabar menunggu proses investigasi yang sedang berjalan.
"Kami tidak ingin terlalu cepat mengambil kesimpulan penyebab kecelakaan ini jadi evaluasi harus kami lakukan setelah kami mendapatkan seluruh hasil penyelidikan atau investigasi dilakukan oleh KNKT," ujar Dudy Purwagandhi saat ditemui di Pelabuhan Lembar.
Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mengedepankan data dan fakta yang akurat dalam menentukan penyebab insiden ini. Langkah ini diambil demi memastikan evaluasi yang komprehensif.
Sebelumnya, KMP Putri Yasmin dilaporkan telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan laik laut. Hasil pemeriksaan terakhir yang menyatakan kelayakan kapal tersebut dilakukan pada bulan Juni 2026.
"Perlu kami sampaikan bahwa kapal ini itu laik melaut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir pada bulan Juni," terang Dudy.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kapal tersebut seharusnya dalam kondisi prima untuk berlayar. Fakta ini menambah lapisan misteri pada peristiwa kebakaran yang terjadi.
Pemerintah secara resmi akan menunggu laporan lengkap dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Lembaga inilah yang dipercaya untuk melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap segala aspek terkait insiden tersebut.
Proses investigasi yang dilakukan KNKT diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kronologi kejadian, faktor-faktor yang berkontribusi, dan langkah-langkah preventif yang perlu diambil di masa mendatang.