TIMESINDONESIA.MY.ID - Penyelidikan mendalam terus dilakukan oleh pihak kepolisian terkait penyebab pasti kematian Sutrimo (42 tahun). Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan ciri fisik mencurigakan di depan sebuah klinik di wilayah Jakarta Selatan.

Hingga kini, pihak kepolisian belum dapat memberikan kesimpulan definitif mengenai apa yang merenggut nyawa Sutrimo. Hal ini dikarenakan masih perlunya tahapan pemeriksaan lanjutan yang lebih komprehensif.

Upaya penggalian makam Sutrimo yang dilakukan di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merupakan salah satu langkah krusial dalam proses penyidikan. Meskipun telah dilaksanakan ekshumasi, hasilnya belum dianggap cukup untuk menarik kesimpulan akhir.

"Masih ada beberapa langkah kegiatan yang harus dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium dan analisis yang lebih lanjut oleh tim ahli sebelum diforensik kesimpulan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat konferensi pers di Mapolresta Banyumas, Rabu (12/8/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses ilmiah forensik membutuhkan waktu dan ketelitian. Berbagai sampel yang diambil dari jenazah akan dianalisis secara mendalam oleh para ahli.

Ekshumasi makam Sutrimo sendiri merupakan bagian integral dari rangkaian penyidikan yang tengah ditangani oleh Polda Metro Jaya. Tindakan ini diambil untuk mendapatkan bukti-bukti yang lebih kuat.

"Ekshumasi dilaksanakan sebagai bagian dari scientific crime investigation dengan pendekatan multidisiplin berbasis bukti ilmiah," jelas Kombes Pol Budi Hermanto. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan setiap temuan didukung oleh data ilmiah yang akurat.

Tujuan utama dari pelaksanaan ekshumasi ini adalah untuk memperoleh keterangan medis dan bukti forensik yang relevan. Keterangan dan bukti tersebut diharapkan dapat membantu menjelaskan secara terang benderang mengenai penyebab Sutrimo meninggal dunia.

"Tujuannya adalah untuk memperoleh keterangan medis dan bukti forensik yang dapat membantu menerangkan penyebab meninggalnya Sutrimo," tambah Kombes Pol Budi Hermanto. Hal ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam mengungkap kasus ini secara tuntas.