TIMESINDONESIA.MY.ID - Tragedi merenggut nyawa seorang nelayan muda di perairan Sungai Burung, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Pencarian yang dilakukan tim gabungan akhirnya membuahkan hasil, namun dalam suasana duka mendalam.

Dendi (20), nelayan yang dilaporkan hilang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin, 10 Agustus 2026, sekitar pukul 13.40 WIB. Penemuan ini mengakhiri harapan untuk melihatnya kembali dalam keadaan selamat.

Korban dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya mengalami insiden tragis. Perahu tersebut terbalik dan tenggelam akibat ditabrak oleh sebuah kapal yang melintas di area tersebut.

Tim SAR Gabungan telah bekerja keras selama dua hari penuh untuk menemukan Dendi. Upaya pencarian dilakukan dengan memperluas area penyisiran dari titik awal kejadian kecelakaan.

Komandan Pos SAR Tulang Bawang, Zian Fajri, mengkonfirmasi penemuan jasad korban. "Setelah dilakukan pencarian dan penyisiran oleh Tim SAR Gabungan, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Zian Fajri.

Jarak penemuan jenazah Dendi cukup signifikan dari lokasi tenggelamnya perahu. Korban ditemukan sejauh kurang lebih 21,04 nautical mile (NM) dari titik awal kejadian.

Penemuan ini merupakan hasil dari operasi pencarian yang intensif dan terencana. Tim SAR mengerahkan berbagai sumber daya untuk menyisir perairan yang luas demi menemukan korban.

Kabar duka ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga dan kerabat Dendi. Insiden ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi para nelayan di laut.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya kesadaran keselamatan di perairan, terutama bagi para nelayan yang beraktivitas sehari-hari. Koordinasi dan kewaspadaan antar kapal sangat diperlukan.