TIMESINDONESIA.MY.ID - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan memutuskan untuk memperpanjang durasi operasi pencarian terhadap empat orang yang masih hilang pasca insiden kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin di Selat Lombok. Keputusan ini diambil setelah upaya pencarian selama tujuh hari belum membuahkan hasil untuk menemukan keempat individu tersebut.

Perpanjangan operasi pencarian ini telah memasuki hari kedelapan, menandakan keseriusan tim gabungan dalam upaya menemukan para korban. Penelusuran dilakukan secara intensif di wilayah perairan yang luas, mencakup Selat Lombok hingga ke perairan di selatan Pulau Jawa.

Insiden KMP Putri Yasmin yang terbakar dilaporkan telah berhasil mengevakuasi sebanyak 212 orang dari lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara empat lainnya masih belum ditemukan hingga saat ini.

Keempat korban yang nasibnya masih belum diketahui adalah Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, dan Slamet Yulianto. Nama-nama mereka telah dirilis secara resmi oleh pihak berwenang sebagai bagian dari upaya identifikasi dan pencarian.

Peristiwa terbakarnya KMP Putri Yasmin terjadi di Selat Lombok, sebuah jalur pelayaran penting yang menghubungkan beberapa pulau di Indonesia. Lokasi ini menjadi titik fokus utama upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Pencarian ini berlangsung hingga hari ketujuh pada Selasa, 18 Agustus 2026. Pada hari tersebut, belum ada konfirmasi penemuan mengenai keempat korban yang masih hilang, sehingga mendorong dilanjutkannya operasi pencarian.

Keputusan untuk memperpanjang operasi pencarian diambil berdasarkan pertimbangan bahwa masih ada harapan untuk menemukan para korban. Tim SAR gabungan terus mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk melakukan penyisiran di area yang telah ditentukan.

"Keputusan itu diambil setelah empat korban belum ditemukan hingga hari ketujuh pencarian, Selasa (18/8/2026)," demikian narasi yang disampaikan mengenai perpanjangan operasi SAR.

"Dalam insiden tersebut, sebanyak 212 orang telah berhasil dievakuasi. Satu di antaranya tewas, sementara empat orang masih dalam pencarian," demikian informasi yang diberikan mengenai jumlah korban dan status pencarian.