TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah kabar duka menyelimuti Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Seorang pelajar berusia 14 tahun berinisial AAAP ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Sungai Wulan pada Rabu (2/9/2026).
Dikutip dari Kompas.com, korban selama ini tinggal bersama neneknya yang sedang sakit. Kondisi keluarga korban cukup memprihatinkan karena sang ayah telah meninggal dunia dan ibunya sudah menikah lagi serta menetap di luar daerah.
Peristiwa nahas ini bermula ketika korban berpamitan kepada neneknya pada Selasa (1/9/2026) sore. Ia mengaku ingin pergi melihat aktivitas normalisasi di kawasan Sungai Wulan.
"Pukul 18.00 WIB berpamitan kepada neneknya yang sedang sakit-sakitan, bapak dan kakeknya sudah meninggal," ujar Kasi Humas Polres Demak, Iptu Rudy Tri Sayogo, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.
Pencarian yang dilakukan membuahkan hasil pada Rabu pagi. Korban ditemukan oleh warga setempat dalam posisi mengapung dengan kondisi tubuh telungkup di aliran sungai tersebut.
Penemuan jenazah korban terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Warga yang melihat kejadian tersebut segera melakukan evakuasi sebelum akhirnya pihak kepolisian melakukan tindakan lebih lanjut.
Keterangan mengenai kronologi kejadian ini disampaikan oleh pihak berwenang melalui pesan tertulis. Hal ini menjadi dasar bagi kepolisian dalam menindaklanjuti musibah yang menimpa pelajar tersebut.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait musibah yang menimpa AAAP. Masyarakat setempat pun turut berduka atas kepergian bocah yatim yang dikenal tinggal bersama neneknya tersebut.