TIMESINDONESIA.MY.ID - Proyek rehabilitasi Pasar Ngawen yang didanai oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) senilai Rp 30 miliar dilaporkan mengalami keterlambatan dalam penyelesaiannya. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Dua hari sebelum batas waktu kontrak berakhir, progres pengerjaan fisik proyek tersebut baru mencapai kisaran 90 persen. Hal ini menunjukkan adanya kendala yang menghambat penyelesaian tepat waktu.
Bupati Blora, Arief Rohman, bersama dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek. Tujuannya adalah untuk memantau secara riil perkembangan pembangunan pasar tersebut.
"Karena program nasional ya termasuk program prioritas. Kami beserta jajaran Forkopimda ini dengan Bu Wakil, Pak Ketua DPRD, Pak Kapolres, Pak Dandim, dari kejaksaan hadir di sini untuk meninjau progres pembangunan pasar ini," ujar Bupati Arief Rohman saat berada di lokasi proyek pada Rabu (12/8/2026).
Peninjauan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut dimanfaatkan untuk mengamati secara detail kondisi dan tahapan pekerjaan yang sedang berjalan. Bupati dan rombongan memberikan perhatian penuh pada setiap aspek pembangunan.
Setelah melihat langsung kondisi lapangan, Bupati Blora, Arief Rohman, menyatakan rasa kecewanya terhadap capaian progres proyek tersebut. Kekecewaan ini muncul karena target penyelesaian yang diharapkan tidak tercapai sesuai jadwal.
"Bupati Blora merasa kecewa dengan keadaan progres pembangunan pasar tersebut," demikian dilaporkan.
Proyek rehabilitasi Pasar Ngawen ini merupakan bagian dari program nasional yang dianggap sebagai prioritas. Kehadiran jajaran Forkopimda menunjukkan pentingnya proyek ini bagi pemerintah daerah.
Keterlambatan ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan molornya penyelesaian proyek. Evaluasi mendalam kemungkinan akan dilakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.