TIMESINDONESIA.MY.ID - Guncangan gempa bumi yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan telah menyebabkan ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat aman. Data sementara menunjukkan angka pengungsi yang signifikan akibat peristiwa alam ini.

Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh pemerintah daerah setempat, sebanyak 3.839 warga tercatat sebagai pengungsi. Angka ini merupakan estimasi awal dan masih dalam proses verifikasi lebih lanjut untuk memastikan keakuratan data.

Informasi mengenai jumlah pengungsi dan dampak gempa ini disampaikan dalam sebuah rapat koordinasi penting. Rapat tersebut diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat pada hari Minggu, 16 Agustus 2026.

"Seluruh 3.839 warga terdampak tersebut tercatat sebagai pengungsi," ujar Gubernur NTT Melki Laka Lena, merujuk pada laporan sementara yang diterimanya. Pernyataan ini menggarisbawahi skala dampak yang ditimbulkan oleh gempa.

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan masyarakat, gempa yang terjadi juga telah menyebabkan kerusakan materil yang cukup luas. Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, begitu pula dengan beberapa fasilitas publik yang vital bagi aktivitas masyarakat.

Gempa bumi ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah dalam upaya penanganan dan mitigasi bencana. Koordinasi intensif dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik kepada para korban.

"Data tersebut merupakan laporan sementara pemerintah daerah yang masih dalam proses verifikasi," tegas pejabat terkait, menekankan bahwa angka final mungkin dapat berubah setelah proses pendataan selesai dilakukan.

"Berdasarkan laporan sementara, seluruh 3.839 warga terdampak tersebut tercatat sebagai pengungsi," kata Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam rapat koordinasi penanganan gempa Flores.

"Selain menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada rumah warga dan sejumlah fasilitas publik," tambah pejabat yang hadir dalam rapat tersebut, menguraikan luasnya dampak bencana.