TIMESINDONESIA.MY.ID - Kisah tak terduga hadir dari Dusun Ngasinan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ketika seekor macan kumbang jantan tiba-tiba muncul di tengah permukiman warga. Kehadiran satwa liar ini sontak menimbulkan kekhawatiran sekaligus kepedulian.

Hewan yang diperkirakan berusia sekitar 10 tahun itu ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan. Ia tampak kurus dan yang paling mengkhawatirkan, terdapat luka pada bagian telapak kakinya.

Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah segera bergerak cepat. Kepala BKSDA Jawa Tengah, Diah Sulistyari, membenarkan adanya laporan yang masuk melalui call center BKSDA.

"Evakuasi dilakukan setelah masuknya laporan dari masyarakat melalui call center BKSDA," ujar Diah Sulistyari. Pernyataan ini menegaskan responsifnya pihak BKSDA terhadap keluhan warga.

Upaya awal yang dilakukan sebelum tindakan evakuasi adalah penghalauan. Tim gabungan berusaha memberikan kesempatan kepada macan kumbang tersebut untuk kembali ke habitat alaminya secara mandiri.

Namun, hasil observasi di lokasi kejadian menunjukkan bahwa macan kumbang tersebut dalam kondisi terluka. Luka pada telapak kaki menjadi alasan utama mengapa penghalauan saja tidak cukup.

"Sehingga memperlukan evakuasi," tambah Diah Sulistyari, menjelaskan alasan mengapa keputusan evakuasi diambil. Kondisi satwa yang membutuhkan penanganan medis menjadi prioritas utama.

Tindakan evakuasi ini merupakan hasil kerja sama apik antara berbagai pihak. Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) setempat bersama dengan Batang Dolphin Center (BDC) turut serta dalam operasi penyelamatan ini.

"Evakuasi dilakukan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) setempat dan Batang Dolphin Center (BDC)," jelas Diah Sulistyari, menyoroti sinergi yang terbangun dalam proses evakuasi.