TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah peristiwa pilu mengguncang warga di Bali, di mana seorang pria berinisial WS (35) dilaporkan tewas setelah menjadi korban pengeroyokan massa. Kejadian ini terjadi di sebuah lokasi di wilayah Bali pada hari Selasa (18/6/2024).

Peristiwa tragis ini bermula ketika korban diduga melakukan aksi pencurian ayam di salah satu rumah warga. Tindakan tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat setempat yang merasa resah dengan maraknya pencurian di lingkungan mereka.

Akibatnya, WS harus menghadapi amukan massa yang tidak terkendali. Pengeroyokan tersebut dilaporkan menyebabkan luka parah pada korban, yang akhirnya berujung pada kematiannya di tempat kejadian.

Setelah kejadian, aparat kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan situasi. Penyelidikan lebih lanjut pun langsung dilakukan untuk mengungkap kronologi pasti dan mengidentifikasi pelaku pengeroyokan.

Tangis pilu tak terbendung pecah dari anak korban yang masih kecil saat melihat jasad ayahnya terbujur kaku. Kesedihan mendalam terpancar dari wajah polosnya, menyaksikan kenyataan pahit kehilangan orang tua tercinta akibat peristiwa tersebut.

Petugas medis yang tiba di lokasi kejadian hanya dapat memastikan bahwa korban telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim forensik.

"Pelaku diduga melakukan pencurian ayam, kemudian diamuk massa. Jenazah korban sudah dibawa ke RS Sanglah," ujar Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Wayan Darma kepada awak media.

Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini, termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi mata dan melakukan pengejaran terhadap para pelaku pengeroyokan. "Untuk pelaku pengeroyokan, masih dalam lidik," kata Kompol I Wayan Darma.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ketertiban dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang, alih-alih melakukan tindakan main hakim sendiri yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum lebih berat.