TIMESINDONESIA.MY.ID - Kepanikan dan kesedihan mendalam masih menyelimuti Andi, salah satu penumpang yang berhasil selamat dari insiden kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin. Peristiwa tragis ini terjadi di perairan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kebakaran yang terjadi pada Rabu (12/8/2026) pagi tersebut menimbulkan trauma mendalam bagi para penumpang yang berada di atas kapal. Dalam situasi yang mencekam, dikelilingi kobaran api, Andi harus berjuang menyelamatkan diri.

Saat berusaha mencari jalan keluar dari kapal yang terbakar, Andi harus menghadapi kenyataan pahit terpisah dari keluarga intinya. Ia kehilangan jejak anak dan istrinya di tengah kepanikan yang melanda.

"Saya terpisah dengan anak saya, istri saya," ungkap Andi dengan suara bergetar menahan tangis, saat menceritakan kembali detik-detik mengerikan yang dialaminya.

Andi menjelaskan bahwa dirinya melakukan perjalanan dari Bali menuju Lombok bersama rombongan besar keluarganya. Total ada delapan orang dalam rombongan tersebut, dengan tujuan utama untuk menghadiri acara penting sang buah hati.

"Kami berangkat sekeluarga delapan orang, rencananya mau hadiri anak pelantikan di Rindang," tutur Andi. Ia menambahkan bahwa niat baik ini berubah menjadi mimpi buruk seketika.

Di tengah kobaran api yang membesar, Andi terpaksa mengambil keputusan cepat untuk menyelamatkan diri. Ia bersama empat orang lainnya melompat ke laut untuk menjauh dari jilatan api.

"Waktu kebakaran saya lompat berempat sama anak saya, saudara saya, dan sama ada teman saya satu dari Narmada," jelas Andi, merinci siapa saja yang bersamanya saat ia memutuskan untuk melompat.

Dikutip dari Kompas.com, insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam transportasi laut dan dampaknya yang mendalam bagi para korban serta keluarga mereka.