TIMESINDONESIA.MY.ID - Sebuah kabar duka datang dari kawasan Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, di mana seekor bayi gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan dalam kondisi mati. Penemuan tragis ini terjadi di area bekas hak guna usaha (HGU) PT Atakana, yang berlokasi di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak.

Bayi gajah yang baru saja dilahirkan itu pertama kali ditemukan oleh tim patroli pada hari Jumat, tanggal 14 Agustus tahun 2026. Keberadaan satwa dilindungi yang tak bernyawa ini segera dilaporkan kepada pihak berwenang.

Laporan penemuan bayi gajah tersebut langsung diteruskan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Hal ini dilakukan agar penanganan terhadap bangkai satwa dapat dilakukan sesuai dengan prosedur konservasi satwa liar yang berlaku.

Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan di lokasi kejadian, tim investigasi menduga kematian bayi gajah tersebut disebabkan oleh proses kelahiran yang tidak berjalan lancar. Kemungkinan keguguran secara alami juga menjadi salah satu dugaan kuat.

"Kami mendapatkan informasi dari tim patroli di lapangan pada Jumat yang menemukan adanya gajah yang baru lahir dalam kondisi prematur dan terdapat plasenta. Kondisinya sudah mati," ujar Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata. Pernyataan ini disampaikan beliau di Aceh Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Pihak BKSDA Aceh menerima informasi mengenai keberadaan bayi gajah tersebut dari tim patroli yang aktif bertugas di lapangan. Tim inilah yang pertama kali mendapati kondisi bayi gajah yang menyedihkan tersebut.

"Kondisi bayi gajah yang ditemukan dalam keadaan prematur dan disertai dengan adanya plasenta, mengindikasikan adanya komplikasi yang mungkin terjadi saat proses persalinan," lanjut Ujang Wisnu Barata. Penjelasan ini memperkuat dugaan awal mengenai penyebab kematian.

"Hal ini menunjukkan bahwa bayi gajah tersebut ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa," tambah Ujang Wisnu Barata. Informasi ini menjadi dasar bagi BKSDA Aceh untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian bayi gajah tersebut.

Dikutip dari Antara, Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menegaskan bahwa temuan ini menjadi perhatian serius bagi upaya konservasi gajah Sumatera di wilayah tersebut. Penanganan pasca penemuan akan dilakukan secara profesional.