TIMESINDONESIA.MY.ID - Kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah Jawa Barat kini berdampak signifikan terhadap ketersediaan air di Kabupaten Indramayu. Salah satu indikasi terkuat adalah menyusutnya debit air secara drastis di Waduk Bojongsari.
Waduk yang memiliki luas sekitar 15 hektare ini, yang juga menjadi bagian dari kawasan wisata, kini terlihat nyaris kering kerontang. Kondisi ini menjadi pemandangan yang memprihatinkan bagi masyarakat sekitar.
Lebih lanjut, mengeringnya waduk ini juga disebabkan oleh kondisi aliran Sungai Cimanuk lama yang sebelumnya menjadi sumber utama pasokan air. Aliran sungai tersebut kini juga dilaporkan telah mengering total.
Menurut keterangan dari warga yang tinggal di sekitar lokasi, menyusutnya volume air di Waduk Bojongsari sebenarnya sudah mulai terlihat sejak beberapa hari yang lalu. Namun, kondisi tersebut semakin memburuk dan terlihat sangat mencolok dalam tiga hari terakhir.
Saat ini, sisa air yang masih ada di waduk hanya terkonsentrasi di bagian hilir saja. Di area yang masih memiliki genangan air inilah, warga sekitar memanfaatkan kesempatan untuk melakukan aktivitas memancing ikan.
Pantauan yang dilakukan oleh Kompas.com di lokasi pada Minggu, 9 Agustus 2026, menunjukkan bahwa nyaris di setiap sudut waduk yang masih terdapat air, berjejer para pemancing. Aktivitas ini tidak hanya diikuti oleh orang dewasa.
Bahkan, anak-anak juga turut serta dalam memanfaatkan momen langka tersebut untuk menyalurkan hobi memancing mereka. Kondisi ini menunjukkan bagaimana warga beradaptasi dengan situasi ketersediaan air yang terbatas.
"Menyusutnya air di Waduk Bojongsari ini sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa hari lalu," ujar seorang warga sekitar yang tidak ingin disebutkan namanya.
"Namun, kondisinya terlihat semakin mencolok dalam tiga hari terakhir," tambahnya, menggambarkan perubahan drastis yang terjadi.