TIMESINDONESIA.MY.ID - Puluhan warga secara spontan mendatangi kediaman orang tua DPP (20), salah satu terduga pelaku dalam kasus dugaan perampokan yang berujung pada pembunuhan pemilik konter Royal Phone di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026, menjelang malam.
Kerumunan massa tersebut memadati area sekitar rumah yang berlokasi di Green Ambarawa Residen. Kehadiran warga dalam jumlah besar ini tentu saja menarik perhatian aparat penegak hukum setempat.
Menyikapi situasi yang mulai ramai, personel dari Polsek Ambarawa segera dikerahkan. Bersama dengan petugas gabungan lainnya, mereka bertugas untuk melakukan pengamanan di lokasi kejadian.
Para petugas kepolisian mengimbau masyarakat yang berkumpul untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan gangguan ketertiban umum. Imbauan ini disampaikan demi menjaga kondusivitas area tersebut.
Lebih lanjut, pihak kepolisian juga meminta warga yang telah berkumpul untuk segera membubarkan diri. Langkah ini diambil agar situasi di sekitar lokasi kejadian dapat kembali normal dan aman.
Munculnya kerumunan warga ini merupakan buntut dari penangkapan dua orang tersangka oleh pihak kepolisian. Kedua tersangka tersebut diduga terlibat dalam kasus perampokan yang mengakibatkan tewasnya pemilik konter Royal Phone di Ambarawa.
"Personel Polsek Ambarawa bersama petugas lainnya kemudian melakukan pengamanan dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban," demikian dikutip dari Kompas.com.
"Polisi juga meminta warga yang berkumpul untuk segera membubarkan diri sehingga situasi di sekitar lokasi berangsur kembali kondusif," lanjut pernyataan tersebut, dikutip dari Kompas.com.
Kejadian ini berawal dari terungkapnya kasus dugaan perampokan dan pembunuhan yang menggemparkan warga Ambarawa. Pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi dan menangkap para terduga pelaku.