TIMESINDONESIA.MY.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 dilaporkan mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Getaran kuat ini turut terasa hingga ke Bima, Nusa Tenggara Barat, memicu kekhawatiran akan potensi tsunami.

Menyikapi peringatan dini tsunami yang dikeluarkan, warga di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Bima, NTB, segera mengambil langkah antisipasi. Mereka bergegas mengungsi menuju dataran yang lebih tinggi untuk menjaga keselamatan diri dari kemungkinan dampak terburuk.

Kondisi serupa juga terjadi di lingkungan pendidikan. Puluhan siswa dari Sekolah Dasar Kuwu Ruma yang berlokasi di Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, dilaporkan dievakuasi oleh para guru. Evakuasi ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap risiko gempa susulan atau dampak tsunami.

Tidak hanya siswa, para pasien di Rumah Sakit Muhammadiyah Bima juga turut menjadi perhatian. Demi mengantisipasi dampak gempa yang mungkin terjadi, sejumlah pasien terpaksa dilarikan keluar dari gedung rumah sakit.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, M Nurul Huda, memberikan keterangan mengenai situasi tersebut. Beliau menjelaskan bahwa evakuasi terhadap siswa dilakukan segera setelah peringatan dini tsunami dikeluarkan oleh pihak berwenang.

"Siswa SD Kuwu Ruma di Desa Lambu dievakuasi oleh gurunya ke bukit," kata M Nurul Huda saat dihubungi pada Sabtu. Pernyataan ini menekankan respons cepat yang dilakukan pihak sekolah dalam melindungi para siswa.

Tindakan evakuasi yang dilakukan oleh para guru di SD Kuwu Ruma merupakan bagian dari protokol keselamatan yang telah disiapkan. Pemindahan siswa ke area perbukitan dilakukan untuk menjauhkan mereka dari potensi bahaya yang mungkin timbul akibat gempa dan peringatan tsunami.

Gerakan evakuasi serupa juga terlihat di RS Muhammadiyah Bima. Para pasien dipindahkan keluar gedung sebagai langkah antisipasi terhadap dampak gempa, menunjukkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi bencana alam.

Dikutip dari Kompas.com, kejadian ini menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah pesisir yang rentan terhadap gempa dan tsunami. Respons cepat dari pemerintah daerah, sekolah, dan fasilitas kesehatan sangat krusial dalam meminimalisir korban jiwa.