TIMESINDONESIA.MY.ID - Ratusan warga Kampung Fata, Desa Wodamude, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, kini perlahan kembali ke rumah mereka. Kepulangan ini dilakukan setelah mereka sebelumnya terpaksa mengungsi ke Gua Maria.

Pengungsian tersebut merupakan dampak langsung dari gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 16 Agustus 2026. Getaran kuat memaksa warga mencari tempat perlindungan yang dianggap aman.

Pantauan yang dilakukan pada Minggu pagi, 16 Agustus 2026, menunjukkan pemandangan aktivitas warga yang turun dari arah Gua Maria. Mereka terlihat membawa berbagai perlengkapan yang dibutuhkan selama masa pengungsian.

Kebutuhan dasar seperti perlengkapan tidur hingga barang-barang penting lainnya turut dibawa kembali oleh warga. Hal ini menandakan kesiapan mereka untuk kembali menata kehidupan di rumah masing-masing.

"Warga yang mengungsi ke Gua Maria berasal dari 3 RT," ujar Antonius Napa, Ketua RT setempat. Pernyataan ini mengindikasikan skala komunitas yang terdampak langsung dan mencari suaka sementara di lokasi tersebut.

Antonius Napa juga mengungkapkan bahwa warga secara mandiri mendirikan tenda-tenda darurat di area Gua Maria. Upaya swadaya ini menunjukkan semangat gotong royong dalam menghadapi situasi darurat.

Peristiwa ini menggambarkan bagaimana masyarakat Sikka beradaptasi dengan cepat terhadap bencana alam. Pengungsian ke tempat yang tidak biasa seperti gua menjadi bukti keputusasaan sekaligus ketangguhan mereka.

Kini, fokus beralih pada proses pemulihan dan penguatan kembali kehidupan warga yang sempat terganggu. Pemulangan ini diharapkan menjadi awal dari kembalinya aktivitas normal di Kampung Fata.

Dikutip dari Kompas.com, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah yang rentan terhadap aktivitas seismik.