TIMESINDONESIA.MY.ID - Seorang pedagang buah asal Kota Metro, Lampung, bernama Imam Mustofa (35), mendadak dihadapkan pada potensi kerugian besar. Hal ini terjadi setelah pesanan 14 peti pisang cavendish senilai sekitar Rp 2,1 juta miliknya dibatalkan secara mendadak.

Peristiwa tak terduga ini terjadi di Bandar Lampung. Imam Mustofa telah menyiapkan seluruh pesanan yang kabarnya ditujukan untuk kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

Pisang-pisang tersebut sudah dalam kondisi matang dan siap untuk dikirimkan ketika pembatalan pesanan itu datang. Hal ini tentu saja menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran bagi Imam.

Menghadapi situasi sulit tersebut, Imam Mustofa memutuskan untuk berbagi kisahnya melalui unggahan di media sosial Threads. Ia tidak lagi mendapatkan kepastian mengenai kelanjutan nasib 14 peti pisang yang telah ia persiapkan dengan matang.

"Ia akhirnya menceritakan persoalan tersebut melalui Threads," demikian disebutkan dalam artikel asli, menggarisbawahi langkah Imam dalam mencari solusi.

Unggahan Imam Mustofa rupanya mendapatkan respons yang luar biasa dari para pengguna Threads. Warganet menunjukkan kepedulian dan solidaritas mereka terhadap pedagang tersebut.

Berkat bantuan dari warganet, seluruh stok pisang milik Imam Mustofa akhirnya berhasil terjual habis. Hal ini memastikan modal yang telah ia keluarkan untuk memenuhi pesanan tersebut dapat kembali.

"Seluruh stok akhirnya habis terjual sehingga modal yang telah dikeluarkan Imam untuk memenuhi pesanan tersebut bisa kembali," mengutip hasil akhir dari bantuan komunitas daring tersebut.

Imam Mustofa menyampaikan bahwa keputusannya untuk membagikan cerita di Threads didorong oleh ketidakpastian yang ia hadapi. Ia merasa perlu menginformasikan kondisinya kepada publik.