TIMESINDONESIA.MY.ID - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) saat ini tengah melakukan operasi pencarian intensif terhadap lima orang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak. Peristiwa ini terjadi di wilayah perairan Selat Sunda.

Tim penyelamat dikerahkan untuk menyisir area lokasi hilangnya para korban guna memastikan keselamatan mereka. Operasi ini melibatkan personel terlatih yang berpengalaman dalam kondisi perairan yang menantang.

Dikutip dari Okezone, Basarnas telah mengirimkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) ke lokasi kejadian. Armada ini dipilih karena kecepatan dan kelincahannya dalam menembus area perairan yang luas.

Upaya pencarian difokuskan pada titik koordinat terakhir di mana komunikasi dengan kelima jurnalis tersebut terputus. Tim di lapangan terus berkoordinasi untuk memetakan area penyisiran yang paling potensial.

"Kami telah memberangkatkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi hilangnya lima jurnalis tersebut," ujar Kepala Kantor SAR Banten, Adil Triyanto.

Hingga saat ini, kondisi cuaca di Selat Sunda terus dipantau oleh tim SAR sebagai bagian dari prosedur keselamatan operasional. Faktor gelombang dan angin menjadi perhatian utama dalam proses pencarian di laut.

Seluruh pihak terkait, termasuk otoritas pelabuhan dan nelayan setempat, telah diminta untuk memberikan informasi jika menemukan tanda-tanda keberadaan para korban. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses penemuan.

Pihak Basarnas memastikan bahwa operasi akan terus berlangsung hingga ada perkembangan lebih lanjut mengenai keberadaan kelima jurnalis tersebut. Prioritas utama tim saat ini adalah melakukan evakuasi dengan segera setelah korban ditemukan.

"Kami terus berupaya semaksimal mungkin dengan mengerahkan sumber daya yang ada agar para korban segera ditemukan dalam kondisi selamat," kata Adil Triyanto.