TIMESINDONESIA.MY.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kini mulai memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat pesisir di Kota Bandar Lampung. Fenomena alam ini tidak hanya memengaruhi kondisi perairan, tetapi juga berimbas langsung pada sektor ekonomi nelayan setempat.

Dikutip dari Kompas.com, peningkatan intensitas erupsi tersebut menyebabkan tangkapan ikan menurun drastis. Situasi ini secara otomatis turut mendorong kenaikan harga komoditas perikanan di pasar-pasar tradisional.

Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bandar Lampung mencatat penurunan hasil tangkapan nelayan mencapai 20 persen. Angka ini merupakan perbandingan terhadap kondisi normal sebelum aktivitas gunung berapi tersebut meningkat.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Bandar Lampung, Ricardo BNW, menjelaskan bahwa penurunan produktivitas nelayan terjadi secara bertahap. Dampak ini mulai dirasakan oleh para nelayan yang beroperasi di sejumlah titik pesisir kota.

"Penurunan hasil tangkapan saat ini mencapai kisaran 20 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya," ujar Ricardo.

Ricardo menambahkan bahwa meski dampak yang dirasakan belum mencapai tingkat ekstrem, situasi ini tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pihaknya terus memantau perkembangan kondisi laut di tengah aktivitas erupsi yang masih berlangsung.

"Dampak dari peningkatan aktivitas erupsi tersebut sudah mulai dirasakan oleh para nelayan di beberapa titik pesisir kita," kata Ricardo.

Pemerintah daerah berharap kondisi perairan dapat segera stabil agar aktivitas ekonomi nelayan kembali normal. Selain itu, pemantauan ketat terus dilakukan guna memastikan keselamatan para pelaut di wilayah terdampak erupsi tersebut.

Follow timesindonesia.my.id
Follow on Google