TIMESINDONESIA.MY.ID - Tim SAR gabungan saat ini masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap lima orang jurnalis yang dinyatakan hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (9/9/2026) saat para korban tengah menjalankan tugas peliputan.
Hingga memasuki hari kedua pencarian, keberadaan kelima jurnalis yang menumpangi speedboat Arupadhatu 1 tersebut masih belum diketahui. Kondisi cuaca dan medan laut menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
Dikutip dari Kompas.com, para jurnalis yang hilang tersebut terdiri dari M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, dan Yudhis dari iNews. Selain itu, terdapat pula Daus dari Anadolu serta seorang jurnalis freelance bernama Donal.
Dalam perjalanan tersebut, kelima jurnalis didampingi oleh tiga kru kapal. Mereka adalah Warta (55) yang bertugas sebagai kapten, Surakman (60) sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto (49) yang bertindak sebagai pemandu.
Terkait perkembangan terkini di lapangan, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten memberikan penjelasan mengenai langkah strategis yang diambil. Upaya pencarian kini ditingkatkan intensitasnya guna mempercepat penemuan para korban.
"Pada hari kedua pencarian, operasi SAR diperluas dengan mengerahkan tujuh search and rescue unit (SRU)," ujar Al Amrad.
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau: Nelayan Bandar Lampung Hadapi Penurunan Hasil Tangkapan
Langkah perluasan area pencarian ini dilakukan untuk memastikan setiap titik koordinat yang diduga menjadi lokasi hilangnya speedboat dapat disisir dengan optimal. Tim gabungan berupaya semaksimal mungkin agar seluruh korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Prosedur pencarian di laut memang memerlukan ketelitian tinggi, terutama dengan melibatkan berbagai unit SAR yang terkoordinasi. Penggunaan tujuh unit SRU ini diharapkan dapat mempersempit ruang pencarian di sekitar perairan Selat Sunda.
Pihak berwenang mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan memantau perkembangan informasi resmi terkait proses pencarian ini. Fokus utama tim SAR saat ini adalah keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal yang berada di speedboat Arupadhatu 1.